Pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada orang tua akan mendapatkan siksa yang sangat berat dan pedih. Mengapa demikian hukuman Allah SAW.? Karena dia telah menentang perintah Allah, serta melakukan perbuatan yang sangat keji. Allah telah memerintahkan, agar setiap orang senantiasa memuliakan orangtua.
Bahkan perintah berbakti kepada orangtua disejajarkan dengan perintah beribadah kepada-Nya. Dalam Al-Qur'an telah ditegaskan "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyemb...
Pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada orang tua akan mendapatkan siksa yang sangat berat dan pedih. Mengapa demikian hukuman Allah SAW.? Karena dia telah menentang perintah Allah, serta melakukan perbuatan yang sangat keji. Allah telah memerintahkan, agar setiap orang senantiasa memuliakan orangtua.
Bahkan perintah berbakti kepada orangtua disejajarkan dengan perintah beribadah kepada-Nya. Dalam Al-Qur'an telah ditegaskan "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali mengatakan : hus, dan janganlah kamu membentak mereka, serta ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kasih sayang, serta ucapkanlah : "Ya Tuhanku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka keduanya telah mendidik aku sewaktu kecil." (QS. Al-Isra' : 23-24).
Keharusan bersyukur kepada kedua orangtua juga ditegaskan oleh Allah SWT. dalam Al-Qur'an: "Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu. Hanya kepada-Ku-lah kamu akan kembali." (QS.Luqman: 14).
Berbakti kepada orangtua, nilai pahalanya tidak kalah dengan berjihad di jalan Allah. Sahabat Abdullah bin Amrin bin Ash menerangkan : "Pada suatu ketika ada seorang lelaki datang menghadap Rasulullah, memohon ijin untuk ikut berjihad bersama beliau. Lantas Rasulullah bertanya kepada lelaki itu: "Adakah orangtuamu masih hidup?" Jawabnya: "Ya, orangtuaku masih hidup dan telah berusia lanjut." Rasulullah kemudian bersabda: "Berbaktilah dan urus mereka dengan sebaik-baiknya, dalam diri orangtuamu itulah terdapat nilai jihad." (HR.Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amrin bin Ash). Durhaka kepada orangtua termasuk perbuatan dosa besar.
Dalam hal ini Rasulullah telah menegaskan: "Maukah sekiranya aku menceritakan kepadamu tentang sebesar-besar dosa besar? Yakni menyekutukan Allah dan durhaka kepada orangtua." Lantas Rasulullah duduk, lalu bersabda lagi: "Ingatlah, ucapan dusta dan sumpah palsu adalah termasuk dosa besar pula." (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi, orang yang durhaka kepada orangtua dosanya sama dengan dosa menyekutukan Allah. Karena itu, berhati-hatilah!Allah sangat melaknat orang yang berbuat durhaka kepada orangtua. Dalam hal ini Rasulullah telah menegaskan: "Allah sangat melaknat orang yang durhaka kepada orangtua.
Allah sangat melaknat orang yang mencela bapaknya, dan Allah sangat melaknat orang yang menyakiti hati ibunya."(HR.Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas).Siksa bagi orang yang berbuat durhaka kepada orangtua, diberikan dengan segera di dunia ini. Padahal dosa-dosa yang lain, siksanya ditunda sampai dengan hari kiamat tiba,
sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah: "Setiap dosa, siksanya ditunda sampai dengan hari kiamat tiba, kecuali siksa bagi orang yang durhaka kepada orangtua. Kepada pelakunya siksaan itu akan diberikan dengan segera, ketika masih berada di dunia ini." (HR.Hakim dan Abu Bakar).
Itulah pula yang menjadi tanda dari sebuah "dosa besar", yaitu manakala pelakunya akan mendapatkan laknat dari Allah SWT. baik ketika masih berada di dunia (masih hidup) maupun di akhirat nanti (setelah mati).Imam Bukhari dan Muslim mengetengahkan sebuah riwayat, bahwa pada suatu ketika ada seorang lelaki datang menghadap Rasulullah, seraya berkata : "Ya Rasulallah, siapakah di antara manusia ini yang paling berhak aku pergauli dengan baik?" Jawab Rasulullah : "Ibumu." Lelaki itu bertanya lagi: "Kemudian siapa lagi?" Jawab Rasulullah: "Ibumu." Lelaki itu kemudian bertanya lagi: "Kemudian siapa lagi, ya Rasulallah?" Jawab Rasulullah: "Ibumu." Lantas lelaki itu bertanya lagi: "Ya Rasulallah, kemudian siapa lagi?" Jawab Rasulullah: "Bapakmu. Baru kemudian keluargamu yang lebih dekat, dan yang lebih dekat."Secara tegas Rasulullah menekankan, bahwa berbakti kepada ibu lebih penting daripada berbakti kepada bapak. Demikian pula penghormatan serta kasih sayang kepada ibu harus lebih diprioritaskan.
Itulah sebabnya Rasulullah menyebutnya sampai tiga kali, sementara berbuat baik dan bakti kepada seorang bapak hanya disebut satu kali. Rasulullah berpesan demikian, karena pada kenyataannya perhatian dan kecintaan seorang ibu terhadap anak-anaknya jauh lebih besar dibandingkan dengan kecintaan dan perhatian seorang bapak.
Cobalah renungkan, penderitaan, kesabaran dan kecintaan seorang ibu mulai sejak mengandung selama sembilan bulan, melahirkan, menyusui, mengasuh, berjaga semalaman ketika si anak sedang sakit, mendidik sejak usia dini, semua kasih sayang seorang ibu dicurahkan kepada anaknya dengan penuh ketulusan hati.Sebelum terlambat dan tertutupnya pintu tobat, dan menghindari kemurkaan Allah SWT. kepada kita dengan azab dan siksa yang pedih baik di dunia maupun di akhirat, seorang anak, terutama ketika kedua orang tua masih hidup, sudah sepatutnya berbakti kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya dengan memperlakukan ibu dan bapak dengan penuh hormat dan dengan adab dan akhlak yang baik. Kenikmatan yang diperoleh anak manusia yang berasal dari karunia Allah SWT. melalui orangtuanya dari sejak berupa janin di rahim ibu sampai berhasil lulus menjadi sarjana atau lebih tinggi lagi, sungguh tidak bisa dinilai dengan uang. Namun, orangtua sama sekali tidak mengharapkan balasan berupa materi, melainkan hanya kasih sayang dan rasa hormat anak-anaknya. Banyak anak yang durhaka kepada orangtua karena menganggap dia lebih pintar, lebih kaya atau lebih terhormat dibandingkan kedua orangtuanya yang kurang berpendidikan dan hidup sederhana di kampung.
Seorang anak seringkali juga berbuat durhaka kepada kedua orangtuanya karena pengaruh seorang isteri atau suaminya. Kini sudah banyak kita lihat dalam kehidupan, orang yang lebih mementingkan dan menuruti kemauan seorang isteri daripada orangtuanya. Bahkan tidak jarang mereka bahkan berani memperbudak orangtuanya untuk mencari kesetiaan dan simpati sang isteri. Mereka lupa bahwa kepintaran, kesuksesan dan kemewahan yang mereka dapatkan, semata-mata karena jerih payah penderitaan, dan yang paling utama adalah keikhlasan serta do'a dari orangtuanya. Jika sudah demikian, tunggulah musibah besar pasti akan menimpa mereka.Bagaimana adab seorang anak dihadapan orangtua sehingga terhindar dari perbuatan durhaka dan murka Allah yang sangat pedih di dunia dan di akhirat?
Beberapa diantaranya adalah :
1.. Mendengar dan memperhatikan ucapan orangtua dengan khidmat dan jangan sekali-kali memotong atau membantah ucapannya sebelum ia selesai berbicara. Memotong pembicaraan orangtua sama dengan tidak menghormatinya.
2.. Bersikap patuh terhadap perintah orangtua, selama perintah itu tidak bertentangan dengan hukum dan syari'ah agama dan bukan kedurhakaan terhadap Allah.
3.. Tidak mengeraskan suara melebihi orangtua, melainkan bertutur kata dengan lemah lembut dan penuh hormat.
4.. Menjawab panggilan orangtua dengan segera dan jawaban yang lemah lembut.
5.. Selalu berusaha mencari keridhaan orangtua. Rasulullah saw. bersabda: "Keridhaan Allah tergantung dari keridhaan orangtua dan murka Allah-pun tergantung pada kemurkaan orangtua. (HR.Hakim).
6.. Bersikap sopan, ramah dan tawadhu' di hadapan orangtua. Seorang anak jangan bersikap urakan di depan orangtua, apalagi memperlakukannya dengan semena-mena, misalnya dengan membentak dengan perkataan kasar atau menyakitinya secara fisik. Perbuatan semacam ini jelas perbuatan seorang anak yang durhaka yang sangat dimurkai Allah.
7.. Tidak mengungkit-ungkit jasa atau menyebut-nyebut kebaikan-kebaikan yang ia pernah berikan kepada orangtua. Perbuatan ini akan sangat menyakitkan hati orang tua sehingga mendapat ancaman siksa dunia akhirat.
8.. Tidak mengerutkan muka di hadapan orangtua, dan apabila masih hidup dibawah tanggungan orangtua (belum berkeluarga) jangan pergi tanpa se-izin orangtua.
9.. Menghormati dan berbuat kebaikan kepada saudara dan teman-teman dekat orangtua, apabila kedua orangtua telah meninggal dunia.
10.. Mengikuti segala nasihat orangtua untuk kebahagiaan anak di dunia dan di akhirat, sebab pada dasarnya tidak ada orangtua yang menginginkan anak-anaknya menderita.Marilah kita selalu memohon pertolongan Allah SAW. agar senantiasa dapat berbakti kepada kedua orangtua kita dan mendapatkan keridhaannya, menjauhkan kita dari sifat durhaka serta membimbing kearah keselamatan yang abadi baik di dunia maupun di akhirat.
"Kesabaran adalah tunjang kekuatan dan kebahagiaan di dunia mahupun akhirat...."
Menjadi anak yang soleh perlu pengorbanan dan perhatian yang jitu dan tulus.
Dalam melayari kerenah keluarga dan masyarakat sendiri, mampukah kita memberi sedikit perhatian kepada kedua ibubapa kita jika jiw akita tidak diisi denganrasa kasih sayang hormat dan kasihan.
perasaan itu yang sebaik baiknya ada dalam jiwa untuk menjadi anak anak yang baik pekerti.
Apapun , setiap kejadiannya pasti ada jalan keluar dan penyudahnya.