Bila waktu tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang sia-sia. Semua orang merasakan hal itu. Maka jika seseorang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskan waktunya untuk perkara yang sia-sia. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syaitan-syaitan yang sentiasa membolak-balikkannya dalam kesesatan. Na'udzubillah! Orang-orang yang sedar akan cep...
Bila waktu tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang sia-sia. Semua orang merasakan hal itu. Maka jika seseorang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskan waktunya untuk perkara yang sia-sia. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syaitan-syaitan yang sentiasa membolak-balikkannya dalam kesesatan. Na'udzubillah! Orang-orang yang sedar akan cepatnya waktu berlalu, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah sehingga waktu mereka benar-benar bermanfaat. Dari Abdullah Ibnu Mas'ud z bahwasanya dia berkata, "Tidaklah aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah amalanku." Maka perlu Anda ketahui beberapa hal wahai ukhti muslimah tentang bagaimana memanfaatkan waktumu:
Membaca bacaan yang bermanfaat.
Wahai ukhti muslimah, hendaklah engkau memperbanyak membaca Al-Qur'anul Karim dan menghafal serta mendengarkannya. Rasulullah saw bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur'an sedang dia terbata-bata dalam membacanya serta kesulitan dalam membacanya maka dia mendapatkan dua pahala, sedangkan orang yang membaca dengan mahir maka dia bersama para penulis kitab (malaikat) yang mulia lagi berbakti." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Berzikir kepada Allah.
Ini adalah amalan yang mudah, setiap orang mampu melakukannya, baik orang kaya maupun miskin, orang yang berilmu maupun jahil, orang merdeka atau budak, laki-laki maupun wanita, besar ataupun kecil. Wahai ukhti muslimah, hendaknya engkau berzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, dan jadikanlah berzikir sebagai amalan yang mengisi hari-harimu, lebih-lebih lagi hal itu merupakan amalan yang amat mudah engkau lakukan.
Rasulullah saw telah mengabarkan perbezaan antara orang yang berzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berzikir, seperti perbedaan antara orang yang hidup dan orang yang mati. Sabda Rasulullah, "Barangsiapa yang bangun di malam hari kemudian mengucapkan, 'Laa ilaaha ilallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu bi yadihil khair yuhyi wa yumiitu wa hua 'ala kulli syai'in qadiir, subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar wa laa haula walaa quwwata illa billah.' Kemudian dia berdo'a, 'Ya Allah ampunilah aku' nescaya akan diterima do'anya. Dan jika dia berwudhu (untuk solat) nescaya diterima solatnya." (HR. Al-Bukhari)
Mendidik anak-anak.
Wahai ukhti muslimah, mendidik anak-anak merupakan tanggung jawab yang agung, tugas itu merupakan tanggungjawab yang besar bagimu. Kerana laki-laki lebih banyak kesibukannya daripada wanita dan lebih sedikit tinggal di rumah. Adapun seorang ibu lebih dekat kepada anak-anaknya dan lebih banyak di rumah.
Memerintahkan kepada yang ma'ruf dan melarang dari yang mungkar.
Dari Abu Said Al-Khudriz dia berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Barang-siapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah dia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisan (nasihat). Dan jika tidak mampu maka hendaklah mengubahnya dengan hati (tidak senang dengan kemungkaran itu) dan itulah selemah-lemah iman'." (HR. Muslim).
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan wanita muslimah dalam menjaga waktunya:
Hendaklah dia sentiasa merasa diawasi Allah Ta'ala dan takut kepadaNya. Seorang wanita muslimah yang merasa diawasi oleh Allah takut kepadaNya dan merasa takut akan hukumanNya serta mengharapkan pengampunanNya tidak mungkin menyia-nyiakan waktunya tanpa faedah, bahkan dia lebih semangat untuk memperbaiki dirinya setiap saat.
Wanita muslimah hendaklah mengetahui waktu dan tempat yang mempunyai keutamaan. Wanita muslimah perlu mengambil faedah, dengan mengetahui waktu-waktu dan tempat-tempat yang mempunyai keutamaan. Misalnya, bila dilipatgandakan-Nya pahala setiap amalan. Di antaranya adalah sepertiga akhir malam. Ia merupakan waktu yang utama dan waktu dikabulkannya do'a.
Wanita muslimah hendaknya mengetahui kewajiban-kewajibannya. Di antaranya kewajiban kepada Rabb-nya, kewajiban kepada orang tuanya, kewajiban kepada suaminya, kewajiban terhadap anaknya, kewajiban terhadap kaum kerabatnya, kewajiban terhadap tetangga, kewajiban terhadap saudara dan temannya, dan kewajiban terhadap masyarakatnya.
Wanita muslimah harus mendirikan solat lima waktu tepat pada waktunya. Tidak melalaikan waktu-waktu shalat tersebut kerana disibukkan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, atau tugas sebagai ibu dan isteri. Sebab solat merupakan tiang agama, siapa yang menegakkannya berarti dia menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkan-nya bererti dia telah merobohkan agama. Solat merupakan amal yang paling utama. Diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud dia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw, 'Apakah amal yang paling utama?'
Beliau menjawab, 'Solat tepat pada waktunya.'
Aku bertanya, 'Kemudian apa lagi?'
Beliau menjawab, 'Berbakti kepada orang tua.'
Aku bertanya, 'Kemudian apa lagi?'
Beliau menjawab, 'Jihad di jalan Allah.'" (Muttafaq Alaih).
Wanita muslimah yang taat tidak merasa cukup hanya melaksanakan solat wajib lima waktu, tetapi juga melaksanakan solat-solat sunnah rawatib dan nawafil (sunnah secara mutlak), sesuai dengan kesempatan dan kesanggupannya, seperti solat dhuha dan solat tahajud. Sebab solat-solat sunah ini dapat mendekatkan hamba kepada Rabb-nya, mendatangkan kecintaan Allah dan ridhaNya, menjadikannya termasuk orang-orang yang shalih, taat dan beruntung.
Sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadis qudsy, Allah berfirman, "Hambaku sentiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan melaksanakan solat-solat nafilah hingga Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya, dengannya dia mendengar, Aku menjadi penglihatannya, dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya, dengannya dia bertindak, Aku menjadi kakinya, dengannya dia berjalan. Jika dia memohon kepadaKu maka Aku benar-benar akan memberinya dan Jika dia meminta perlindungan kepadaKu maka Aku benar-benar akan melindunginya". (HR.Al-Bukhari).
Dan hal-hal lain yang merupakan kewajiban seorang wanita muslimah, dan jangan lupa memohon taufik kepada Allah untuk merealisasikan semua itu!
Hendaklah seorang wanita muslimah memilih majlis yang baik. Seorang manusia sesuai tabiatnya tidak mungkin hidup sendiri bahkan dia harus mempunyai teman duduk, dan yang paling ideal adalah teman duduk yang mempunyai akhlak yang mulia. Sebagaimana sabda Nabi, "Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dengan seorang pandai besi". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Mudah-mudahan Allah Taala memberi kekuatan kepada kita agar sentiasa dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Amin
Sumber: Light of Islam
Org yg b'fikiran besar byk m'perkatakan ilmu,Org yg b'fikiran sederhana byk m'perkatakan peristiwa,Org yg b'fikiran rendah byk m'perkatakan diri sdri.
Terima kasih atas info yang diberi..
Banyak manfaatnya buat diri saya dan muslimah2 lain
Salam
Awasi setiap tindak tanduk kita..Sesungguhnya semua itu menjadi perhatian Allah SWT.